Harmonis

OmmegaOnline – Namaku Ria anak ke dua dari dua bersaudara, anak pertama cowok namanya Rio.

Malam itu hujan sangat lebat, aku baru selesai latihan bulutangkis untuk persiapan lomba bulan depan.  Temanku sudah dijemput semua, aku masih menunggu kakakku menjemput.

“Aku tau pasti kakak kehujanan dan berteduh dulu.” Ucapku dalam hati.

Hari semakin malam tetapi hujan tidak kunjung reda justru semakin lebat dan bercampur angin kencang. Aku kedinginan karena hanya berteduh diteras, penjaga sudah pulang dan gedung sudah dikunci.

Aku sangat Lelah dan mengantuk, saat aku bersandar di tembok dari kejauhan terlihatada  yang berjalan kearahku dengan mantel hatim. Karena takut aku segera bersembunyi di bawah meja satpam dengan gemeteran, kilat dan suara guntur membuatku semakin takut.

Orang yang berjalan tadi sampai di depan pintu ruangan satpam. Aku pun seketika berhenti bernafas katut orang itu mengetahuai keberadaanku.

Toktok…(suara ketukan pintu ruang satpam)

“kenapa  malah sembunyi?’’ suara laki-laki itu dan aku tidak asing dengan suaranya, aku pun segera keluar dari bawah meja. Ternyata teman yang biasanya datang kerumah. Dia

“kok kamu kesini?” ucapku

“iya, kakakmu wa aku minta tolong njemput kamu soalnya motornya mogok di depan SPBU dekat pasar sana, ayok buruan dah malam ni.” Ucap laki-laki itu sambil menyodorkan mantel ke aku.

“ganteng banget temen kakak ini.”ucapku dalam hati sambil memakai mantel.

Kita pun berjalan menuju depan SPBU menemui kakakku. Sampai di sana aku dibonceng teman kakak, dan kakakku menaiki motor yang mogok sambil didorong dengan kakinya temen kakakku.

Sampai dirumah aku masuk dan membuatkan  kopi untuk kakak dan temennya. Mereka membongkar-bongkar motor digarasi rumah. Karena aku ngantuk aku langsung tidur.

Paginya aku sedikit meriang, aku pun segera bangun menuju dapur dan mengambil mimum hangat. Aku menghubungui guru BK meminta izin tidak masuk sekolah karena sakit, lalu aku berjalan kedepan ternyata kakak dan temannya sedang tidur di sofa.

Aku pun membangunkan mereka karena sudah pukul 06.15 WIB. Teman kakak pun segera berpamit pulang, kakak juga bergegas mandi.

“kamu kok ndak siap-siap dek?” tanya kakakku,

“aku nggak enak badan kak.” Jawabku sambil menangis karena badanku panas,

“minum obat trus istirahat sana.” Ucap kakakku sambil memegang dahiku dan bergegas berangkat sekolah.

Aku pun mencari obat distok obat ternyata kosong, kepalaku sangat pusing dan meriang aku pun lanjut istirahat. mama sedang dirumah nenek, kalau papa lagi diluar kota. siangnya waktu kakak pulang aku dibawakan makan siang. Kakak memegang dahiku tambah panas lagi.

“kamu belum minum obat dari pagi?”tanya kakakku.

“belum, stok obat habis.”jawabku sambil gemetar kedinginan.

Kakak pun lansung keluar membelikanku obat ke apotik terdekat. Aku makan makanan yang dibawakan kakak. Saat aku makan mama datang dan langsung memegang dahiku.

“kok ndak telephone mama kalau kamu sakit?” ucap mama.

“aku ndak mau buat mama kuwatir, mama kan lagi merawat nenek.” Jawabku sambil menangis.

“kan ada tantemu yang bisa gantiin jagain nenek.” Ucap mama.

Aku pun memeluk mama, suara motor kakak terdengar datang. Saat kakak masuk rumah ternyata dengan temannya yang kemarin, aku sangat malu kelihatan layu, sembab abis nangis. aku Langsung ke belakang, kakak pun menyusul kebelakang dan memberikan obat ke aku, aku pun meminum obat dan bergegas masuk kekamar untuk istirahat. mama menemaniku dikamar, mama juga mengompresku saat aku tertidur.

Besoknya aku sudah enakan aku pun bangun mandi dan bersiap-siap untuk sekolah. Sebelum ke dapur aku kekamar kakak untuk membangunkan kakak karena setiap pagi pasti aku yang membangunkan kakak. Pas aku bangunin kakak pun langsung ngetawain aku, aku pun panik dan langsung ngaca di kaca almari.

“Apa ada dandananku yang salah?” ucapku dalam hati sambil putar-putar di depan kaca.

Kakak terus menerus ketawa, aku pun cemberut dan pergi kedapur untuk lapor ke mama. Saat di dapur mama juga ketawa melihatku, aku jadi tambah manyun.

“kamu mau kemana?” tanya mama sambil mengaduk adonan bakwan.

“mau kesekolah donk ma, tadi pas aku bangunin kakak juga ngetawain aku.” Ucapku kesal.

“lihat kalender sana hari ini hari apa?” jawab mama sambil menahan tawa.

Aku pun langsung melihat kalender, ternyata hari ini hari minggu. Aku ketawa juga jadinya, karena malu langsung masuk kamar dan mengganti bajuku. Kakak pun keluar kamar  tetep ngetawain terus, aku pun mencubitnya karena kesal. Kita sarapan bersama, setelah sarapan mama berangkat lagi kerumah nenek untuk merawat nenek.

kakak pun mengantar mama, saat kakak mengantar mama kerumah nenek teman kakak yang biasanya itu datang dan aku mempersilahkan masuk untuk menunggu kakak datang. Aku malu tapi juga senang dia datang. Sambil menunggu aku mengeluarkan beberapa cemilan, aku mau memulai pembicaraan tetapi malu. Lalu aku pura-pura baca buku.

“kapan kamu lomba bulutangkisnya?” tanya teman kakak memulai oblolan.

“dua minggu lagi kak, datang nonton ya sama kakakku.” Ucapku sok asyik.

“insya’allah dek.” Jawabnya. Suara motor kakak terdengar masuk pagar.

“itu kakak sudah datang.” Ucapku.

“kok cepat banget sih datangnya.”ucapku dalam hati.

Teman kakak pun nyamperin kakak ke depan, ternyata kakak mau diajak kumpul bareng membahas foto album. Kakak pun bergegas mandi dan bersiap-siap, saat bersiap-siap aku masuk kamar kakak dan meminta ikut karena bosan dirumah sendiri, sekalian nanti ada latihan jadi sekalian membawa pakaian olahraga bulutangkis dan raketnya.

Kakak pun mengiyakan dan aku langsung bersiap-siap. Saat sampai dilokasi kumpul aku pun menjauh dari mereka karena aku tidak kenal dengan mereka. Aku pun jajan bakso pinggiran taman sambil melihat anak-anak kecil sedang bermain jungkat-jungkit.

Saat aku selesai makan bakso aku melihat teman kakak lagi dideketi sama temen ceweknya aku pun jadi kesal dan tidak mau melihatnya.

Jam latihan sudah kurang 15 menit aku menghampiri kakak untuk mengantarkanku ketempat latihan.

“aku aja yang mengantarkan dik, kakakmu lagi sibuk membagi kelompok tuh.” Ucap temannya.

Dalam hatiku sangat senag sekali, dan wanita yang mendekatinya tadi menatapku dengan sinis.

“iya udah jaga baik-baik adikku.” Saut kakakku.

Kita pun berangkat ke tempat latihan. Di perjalanan aku sedikit berbincang-bincang dengannya, aku juga menanyakan tentang wanita tadi.

“wanita baju biru tadi pacar kakak ya?” tanyaku ke teman kakakku.

“bukan dek, dia temen kakak sekelas.” Jawabnya,

Aku pun tersenyum.

Sampai ditempat latihan aku melepas helm dan berterimakasih ke teman kakakku itu.

“makasih ya kak uda antar aku,” ucapku.

“sama-sama dek, nanti pulang jam berapan biar kakak jemput?” tanyanya.

“jam 6 kak.” Jawabku sambil melambaikan tangan masuk ke gedung latihan.

Aku pun mulai latihan, jam 5 aku  istirahat untuk minum dan aku melihat teman kakak ada di dalam Gedung  menyaksikan aku latihan (dag dig dug jantungku).

Aku mulai latihan lagi sampai jam 6, setelah selesai latihan aku mencuci muka dan berganti baju dikamar mandi. selesai itu aku menghampiri teman kakak dan mengajaknya pulang.

“kamu latihannya keren banget tadi.” Ucap teman kakakku sambil menyodorkan helmku.

“hehehe.” Jawabku ketawa.

Dia juga menyuruhku memakai jaketnya karena aku tidak membawa jaket.

“ini pakek jaketku dek, kamu ndak bawa jaket kak.” Ucapnya.

“gak usah kak, kak kakak didepan pasti yang dingin kakak.” Jawabku sambil menolak jaketnya

“kamu baru sembuh lo, sampe sakit lagi aku yang dimarahin kakakmu.” Ucap teman kakak sambil tetap menyodorkan jaketnya.

Kaku pun memakai jaket itu dan bersiap untuk pulang, saat perjalanan aku malu untuk memulai pembicaraan, aku pun di ajak mampir di warung nasi goreng favoritku.

“kakak biasa beli nasi goreng disini juga?”tanyaku.

“enggak, ini tadi kakakmu nitup nasi goreng, tadi ngasih tau tempatnya disini.”jawabnya.

“ooo, gitu.” Ucapku.

“kamu ndak ngemil usus tu, atau kerupuk. Kata kakakmu biasanya kalau kamu diajak selalu ngemil-ngemil.” Tanyanya ke aku,

“hehehe, enggak kak.” Jawabku sambil malu-malu.

Setelah nasi goreng itu selesai dimasak, kita pulang. Sampai dirumah nasi goreng itu aku siapkan di piring dan kita makan ber 3 didepan TV sambil menonton Film Horor. Karena sudah malam teman kakak pun pamit pulang.

Kakak mengantarnya sampai depan dan mengunci pagar. Waktu didalam rumah kakak bercerita kalau temannya itu suka sama aku. Aku pun tersenyum malu mendengar cerita kakakku. Kata kakak di aitu anak yang baik dan banyak yang naksir sama dia.

Karena aku malu aku langsung masuk kamar dan bersih-bersih badan. Saat mau tidur Hpku berbunyi tanda pesan masuk, dan saat ku lihat nomer baru, lamjut ku baca ternyata temannya kakak.

Aku jatuhkan tubuhku kekasur dan aku tersenyum-senyum malu sambil memeluk guling. Aku pun membalas pesan tersebut. Namanya Dino ternyata, selama ini aku tidak pernah tau namanya. Aku lanjut chating sampai ketiduran.

Dua minggu kemudian lombaku akan dimulai, papa dan mama pulang untuk manyaksikan pertandinganku.. Saat bertanding aku sedikit kurang konsentrasi, karena orang yang aku tunggu-tunggu belum datang, yaitu kak Dino.

Semua menyemangatiku dan menyuruh aku konsentrasi, tak lama kak Dino datang dengan kakakku. Saking rindunya dengan papa selesai bertanding aku langsung menghampiri papa dan memeluknya, aku minta maaf ke papa karena hanya mencapai juara 2. Papa pun tidak mempermasalahkan juara, justru papa bangga jika aku mau mengikuti pertandingan.

Selesai itu kita semua pulang dan makan siang bersama di sebuah rumah makan. Selesai makan kita jalan-jalan ke mall karena lama sekali tidak jalan-jalan 1 keluarga. Aku sangat bahagia memiliki keluarga yang utuh dan harmonis walaupun tinggal nya berbeda tempat.

Setelah seminggu papa harus berangkat ke luar kota lagi, dan mama harus menjaga nenek yang sakit stroke. Aku dirumah berdua dengan kakak lagi, tapi aku sangat bersyukur memiliki kakak yang sangat sayang denganku, dan sangat menjagaku. Semoga kedepannya keluargaku tetap menjadi keluarga yang harmonis dan bahagia.

You May Also Like

About the Author: administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published.