Pertengkaran Berakhir Perceraian

Setelah acara ulang tahun adikku yang ke 2 tahun orang tuaku bertengkar sangat keras didalam kamar. Aku dan kakakku menangis mendengar mereka bertengkar, adikku yang berumur 2 tahun belum mengerti apa-apa pun ikut menangis mendengar pecahan barang yang dilempar oleh ayah. Aku dan kakak membawa adik ke depan agar berhenti menangis. Malam itu ada beberapa balon sisaan ulang tahun yang aku pakai untuk menghibur adekku agar berhenti menangis. Adikku bernama Vino, Dia sangat lucu dan menggemaskan. Kalau kakakku bernama Vano, kelas IX di SMPN 1 Duren. Dia kakak yang baik, sangat melindungi adik-adiknya. Kalau namaku Vina, aku anak paling cantik dari saudara-saudaraku karena aku perempuan sendiri. Aku kelas VII, sekolahku sama dengan kak Vano setiap hari pun selalu berangkat dan pulang bersama.

Awal mula dari pertengkaran itu karena ayah cemburu saat ibu berbincang dengan laki-laki yang mengantar kado sebelum acara ulang tahun Vino. Waktu acara ayah tidak terlihat kesal sama sekali, tetapi setelah acara ulang tahun selesai ayah langsung mengungkapkan kemarahannya. Yang mengantar kado untuk Vino itu adalah teman kerja ibu disekolah, ibuku kerja sebagai guru Matematika di SMPN 2 Duren. Setelah pertengkaran selesai kita makan malam bersama, mereka pun masih saling diam.

Saat tidur pun mereka berpisah, ayah tidur di kamar sedangkan ibu tidur dikamar Vino. Aku  pun takut jika ibu dan ayah akan berpisah selamanya, semalaman aku tidak bisa tidur. Pagi itu hari minggu, aku mengajak kak Vano dan Vino untuk jalan-jalan ditaman dekat perumahan. Kak Vano ternyata juga tidak bisa tidur semalaman, berfikir sama dengan apa yang aku fikirkan. Setelah hari mulai menganjak siang kita pun pulang kerumah. Saat sampai dirumah kita melihat mobil ayah pergi dari rumah. Ibu menangis, aku dan kak Vano pun langsung memeluk ibu sambil menangis juga. Ternyata ayah membawa semua baju dan barang-barang pentingnya. Aku dan kak Vano menyemangati ibu dan berjanji akan selamanya dengan ibu.

Hari demi hari kita lalui  tanpa ayah, pagi biasanya Vino dititipkan di Yayasan sekolah dan penitipan anak dapat diambil pada sore hari/malam hari. Saat itu aku dan kak Vano yang mengambil Vino karena ibu ada jam pelajaran tambahan. Saat aku Dan kak Vano sampai diyayasan, ibu Yayasan memberitahu jika Vino sudah dijemput oleh ayahnya. Kita pun langsung menelepon ayah, karena kita tidak mau ibu cemas kita tidak memberitahu ibu jika Vino diambil oleh ayah. Berkali-kali aku menelephone ayah tetapi ayah tidak mejawab telephone dariku. Kak Vano pun mengajak aku untuk mencarii keberadaan ayah dengan meminta alamat baru ayah ke tempat ayah bekerja. Saat ditempat kerja ayah kita pun dipersilahkan masuk ke ruangan kerja ayah. Kita pun buru-buru masuk karena ingin cepat mengambil Vino. Saat aku dan kak Vano membuka pintu ruangan ayah didalam ruangan ada seorang wanita Sexy sedang duduk dan bermain dengan Vino. Ayah pun langsung mengenalkan aku dan kak Vano ke wanita itu, karena kita aku tidak mau ayah marah aku pun berpura-pura senyum, tetapi kak Vano sama sekali tidak mau menyapa wanita itu. Ayah meminta jika hari minggu kita ber 3 dengan ikut ayah liburan ke pantai, kita pun diam dan berpamitan pulang. Saat dijalan Vino rewel sambil tangannya menunjuk kea rah tukang jual balon, kak Vano pun memberhentikan motornya dan membelikan balon berbentuk mobil untuk Vino.

Sampai dirumah aku langsung memandikan Vino lalu menidurkannya. Setelah Vino tidur aku langsung mengambil makan, kak Vano pun menghampiriku dimeja makan. Kak Vano kesal dengan ayah karena dibalik marahnya ayah ke ibu itu ternyata ayah memiliki wanita simpanan tetapi malah menuduh ibu yang bermain hati dengan lelaki lain. Kak Vano tidak mau ikut kepantai dan kemanapun jika yang mengajak ayah, apalagi dengan wanita itu. kak Vano juga memintaku untuk tidak menceritakan kejadian tadi tentang wanita yang dikantor ayah kepada ibu. Dan meminta aku untuk belajar berdandan agar bisa mengajari ibu berdandan juga membentuk tubuh ibu supaya ibu bisa lebih kurus lagi. Aku pun setuju dengan kak Vano, kemungkinan ibu sangat sibuk mengurus kita dan sibuk bekerja jadi tidak sempat untuk berdandan. Saat aku merencanakan sesuatu tiba-tiba ibu datang, dan bertanya knpa aku dan kak Vano berbisik-bisik. Aku dan kak Vano pun langsung memberitahu ibu kalau kita ada rencana jalan-jalan ke mall hari minggu besok. Ibu pun setuju karena kita sudah lama tidak pergi 1 keluarga, ibu juga menyuruhku untuk menghubungi ayah. Dan kak Vano pun langsung melarangku menghubungi ayah, kak Vano bilang ke ibu kalau sekarang kita sudah tanpa ayah lagi dan tidak perlu menghubunginya lagi.

Ibu pun langsung kaget dengan perkataan kak Vano, aku pun langsung meminta ibu untuk istirahat dulu karena capek kerja. Ibu pun langsung masuk kamar,seketika aku langsung cubit tangan kak Vano karena sudah berkata kasar dengan ibu. Kak Vano merasa sedih karena bukan bermaksud kasar, hanya saja kesal jika menyebut ayah lagi. Aku pun langsung mengajak kak Vano untuk belanja sayuran agar kita masak untuk makan malam, karena ibu pasti capek sudah seharian bekerja. Kita pun berangkat ke pasar  terdekat, beli ikan lele kesukaanku, beli tempe, tahu, jagung, tomat, cabe, bayam, kelapa, daging ayam dan lain-lain.  Sepulang dari pasar aku pun meminta kak Vano untuk menyetrika baju yang dicuci tadi pagi dan aku memasak untuk makan malam. Setelah kak Vano selesai menyetrika lamjut menyapu lantai lalu aku mengepel lantainya, selesai itu kita menyiapkan masakan di meja makan. Vino pun menangis aku langsung menghampiri kamar Vino, ibu juga mendengar Vino menangis langsung kebangun. Saat keluar kamar dan menuju kamar Vino ibu pun kaget dengan rumah sudah rapi dan sudah ada masakan untuk makan malam. Ibu pun langsung memelukku, memeluk kak Vano dan memeluk Vino. Saat makan malam aku dan kak Vano meminta ibu untuk tidak memikirkan ayah lagi. Kita bahagia tanpa ayah karena kita sudah mempunyai ibu yang sangat baik hati.

Pagi sekali aku langsung mandi dan selesai mandi langsung memandikan Vino. Kak Vano juga segera bersiap mengalap mobil untuk kita jalan-jalan ke mall, karena kita takut ayah menjemput jadi kita jam 6 sudah mengajak ibu keluar dari rumah. Ibu pun bertanya-tanya kenapa sepagi ini, kita pun tetap mengajak buru-buru ibu tanpa menjawab sebabnya. Kita berangkat pagi langsung menuju salon kecantikan. Kita mengajak ibu perawatan wajah dan rambut, sampai siang hari kita ke mall untuk makan siang dan beli beberapa baju, mainan, serta alat tulis. Menjelang sore kita pulang dan mengajak ibu jalan-jalan ke taman untuk olahraga.

Selama 1 bulan ayah tidak menghubungi ibu, dan ibu pun mengajak kita untuk menemui ayah. Karena Vino sering kali mencari ayah dan memanggil-manggil ayah. Seketika kak Vano langsung berkata keras lagi dan memberitahu semua yang terjadi sebulan yang lalu,jika ayah sudah mempunyai wanita lain.

“Ayah pergi bukan karena salah ibu, tetapi mencari kesalahan dan seolah-olah ayah ngambek. Waktu itu aku dan Vina ke Yayasan untuk menganbil Vino tetapi ibu Yayasan memberitahu jika Vino sudah diambil oleh ayah bu, dan itu 1 hari setelah ayah pergi dari rumah. Kita pun mencari ayah dan disana ayah bermain dengan Vino serta wanita sexy itu.” ucap kak Vano dengan kesal.

Ibu pun menangis, kita ber 3 memluk ibu.

Ting tong… suara bel pagar rumah berbunyi, aku pun berlari kedepan dan ternyata pak pos yang datang mengantar surat untuk ibu. Aku menerimanya dan membawa masuk dengan sedikit membaca-baca dan menyerahkan ke ibu. Surat itu berisi serat gugatan cerai untuk ibu dari ayah, tanpa berfikir panjang ibu langsung menandatanganinya didepan kita semua. aku memeluk ibu sambil berkata ,”kita semua bangga dengan ibu. Ibu adalah sosok yang kuat dan terbaik didunia ini, ibu adalah nomor 1 buat kami. I Love you ibu.”

Kita ber 3 memeluk ibu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.