Villa Nenek

Deringan alaram pagi ini membangunkan Viona, kali ini ia akan bangun lebih siang karena akhir pekan, karena ia tak perlu pergi kesekolah. Kemarin gurunya memberikan pengumuman bahwa liburan akhir pekan akan dimulai bulan ini.

Sehingga Viona dan teman – temannya akan pergi berlibur keluar kota. Viona dan kedua temanya berencana akan menginap disalah satu Villa yang ada di pedesaan.

Villa itu adalah Villa milik neneknya dulu yang sekarang dikelola oleh ayahnya. Viona sangat menunggu tanggal yang tepat dan akan menyiapkan keperluan untuk pergi kesana bersama teman – temannya.

Suatu malam ketika Viona berencana bertemu dengan kedua sahabatnya yaitu Reina dan Selly. Mereka akan bertemu disalah satu cafe didekat rumahnya untuk membahas agenda mereka menginap di Villa neneknya itu.

Mereka memutuskan untuk pergi ke Villa itu pada akhir pekan depan. Sehabis mereka membicarakan apa saja yang mereka bawa mereka pun bergegas pulang karena waktu sudah larut malam.

Ketika Viona dan keluarganya makan malam, Viona meminta izin kepada orang tuanya untuk pergi berlibur. Kali ini Viona ingin menghabiskan liburan semester ini dengan teman – temanya.

Ibuya pun mengizinkan asalkan Viona berhati – hati ketika berada disana. Akan tetapi, ayahnya sedikit bimbang karena khawatir dengan keadaan Viona yang tidak berlibur bersama orang tuanya.

Viona berusaha meyakinkan Ayahnya bahwa ia kan berhati hati ketika berlibur bersama teman – temannya. Ayahnya pun mengizinkan Viona untuk pergi besama teman – temannya.

Viona sangat senang ketika sudah diizinkan oleh ayahnya. Didepan rumah Viona sudah terparkir mobil yang akan mereka bawa ke Villa milik neneknya itu dan sudah terlihat teman teman viona yaitu Yumma dan Amy.

Ayah Viona pun membantu memasukan barang – barang bawaan mereka kebagasi mobil. Viona dan kedua temannya pun berpamitan lalu berangkat menuju Villa.

Kali ini yang menyetir adalah Yumma karena ia sudah biasa menyetir mobil dan berpergian jauh jadi mereka memutuskan Yumma untuk menyetir.

Mereka sangat bahagia karena bisa menikmati liburan semester ini bersama teman – teman. Tibalah mereka dijalan pegunungan menuju desa. Disana pemandangannya sangat memanjakan mata.

Pegunungan yang menjulang, sawah yang hijau membentang dan air sungai didekatnya membuat siapa pun yang melihatnya sangat terpukau.

Viona sangat senang melihat pemandangan disekelilingnya karena mereka tinggal dikota mereka sangat jarang melihat pemandangan alam yang sangat indah.

Jarak yang ditempuh untuk menuju villa sangat jauh tetapi, mereka dimanjakan oleh pemandangan yang sangat indah. Didalam mobil mereka bersenang – senang dan bernyanyi.

Malam ini sangat sunyi dan dingin, bulan memancarkan sinarya membuat malam nampak lebih terang.  Mereka tetap melanjutkan perjalanan meski jalanan dikelilingi kabut tebal.

Malam ini mereka belum tiba di villa dan masih berada ditengah hutan. Viona memperingatkan kepada Yumma agar beristirahat karena ia sudah menyetir dari sore.

Yumma menolak karena ia masih bisa melanjutkan perjalanan. Viona dan Amy mulai tertidur karena kelelahan,mereka sudah menempuh jalan yang cukup jauh.

Tiba – tiba mobil yang dikendarai mereka berhenti mendadak. Viona dan Amy pun terkejut dan bertanya kepada Yumma. Yumma terlihat seperti orang yang panik.

Mereka pun menenangkan Yumma yang sedang panik dan mereka bertanya, “Ada apa Yumma sampai kamu mengerem mendadak?” tanya Amy.

Yumma pun menjelaskan dia tadi seperti menabrak kucing yang tengah melintas. Viona pun bergegas keluar dari mobil dan mengecek disekeliling mobil.

Ternyata benar Yumma menabrak seekor kucing. Kucing itu berwarna hitam pekat. Mereka pun langsung memindahkan kucing yang tertabrak mobil dan menguburnya di sebrang jalan.

Yumma sangat merasa bersalah telah menabrak kucing itu, apalagi Yumma juga seseorang pencinta kucing. Viona merasa ada yang aneh ketika mereka menabrak kucing.

Viona langsung menggantikan Yumma untuk menyetir karena Yumma nampak sangat lelah. Setelah berjalan begitu lama tiba – tiba mereka melihat seorang pria datang dari pinggir hutan.

Pria sedang membawa beberapa ekor sapi. Viona terkejut dan menginjak rem secara mendadak lalu mengagetkan teman – temannya.

Pria itu memakai baju warna hitam dan membawa beberapa ekor sapi di malam hari. Amy pun terheran – heran, mengapa ada orang malam – malam mengembala sapi ditengah hutan.

Mereka lalu berhenti dan menunggu para sapi itu lewat. Setelah para sapi itu lewat ketika Amy sedang melihat kanan jalan ia melihat kuburan kucing yang mereka kubur tadi.

Amy langsung memberitahu kepada teman – temannya bahwa itu adalah jalan yang mereka lewati tadi. “Lihat itu. Itu tadikan kuburan kucing yang kita tabrak tadi “.

Kata Amy dengan rasa gugup dan ketakutan. Teman – temannya tak ada yang percaya bahwa itu tempat yang mereka lewati tadi. Tetapi, Amy menjelaskan tadi ia memberi tanda batu dengan sebuah disana.

Batu itulah yang menandakan itu adalah kuburan kucing hitam tadi. Jadi, mereka bertiga selama satu jam hanya berputar – putar ditengah hutan.

Mereka sangat takut dan ternyata mereka sedang tersesat. Viona kemudian menengkan teman – temannya agar tidak panik.

Viona langsung mengajak teman – temannya berdo’a kepada Tuhan agar diselamatkan dari bahaya dan pulang kerumah dengan selamat.

Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju villa. Jam menunjukan pukul 4 pagi. Mereka sudah sampai di pedesaan yang sangat indah.

Mereka merasa senang akhirnya bisa sampai dengan keadaan selamat. Mereka pun berjalan kaki untuk sampai ke villa karena jalan menuju villa tidak bisa diakses oleh mobil.

Viona dan teman – temannya pun berjalan kaki menuju villa disekeliling jalan masih asri dan hijau. Sesampainya di villa, mereka langsung ke kamar masing – masing.

Mereka segera beristirahat karena sudah menempuh jarak yang sangat jauh. Berbeda dengan Viona, ia justru berjalan – jalan disekitar villa.

Viona menghilangkan lelahnya dengan melihat pohon – pohon dan kicauan burung disekeliling villa. Apalagi mereka datang lebih pagi.

Menurut Viona ini adalah waktu yang tepat menikmati keindahan alam pedesaan. Disaat teman – temannya tertidur lelap karena terlalu lelah, Viona justru berjalan – jalan.

Viona sedang berjalan didekat hutan yang jaraknya tidak terlalu jauh dari villa. ia lalu beristirahat dipinggir jalan sambil meminum air putih yang ia bawa.

Lalu ada nenek – nenek yang membawa kayu bakar menghampirinya. Mereka berdua duduk beristirahat dipinggir jalan.

“Adek ini dari kota ya? sepertinya saya belum pernah bertemu ” Kata nenek sambil menurunkan kayu bakar yang dibawanya. “Iya nek, saya dari luar kota. Saya baru datang, saya disini sedang berlibur nek” Kata Viona.

Mereka pun bebincang – bincang dan Viona juga akan ke air terjun yang terkenal didesa itu. Nenek itu pun berpesan agar bertutur kata baik dan menjaga perilaku karena mereka sadang berda di tempat yang masih menjaga adat istiadat yang berlaku.

Viona pun mendengarkan petuah – petuah yang nenek berikan kepadanya. Viona pun kembali menuju Villa. Teman – temannya pun sudah berkumpul dimeja makan dan sudah tersedia aneka lauk.

Mereka bertiga pun makan dan akan bersiap menuju air terjun yang jaraknya tidak jauh dari desa. Viona, Yumma dan Amy langsung berangkat menuju air terjun.

Mereka pun pergi ke air terjun bersama Pak Anno. Pak Anno adalah penjaga villa dan yang akan mengantarkan mereka berpergian di desa.

Sore ini mereka sudah tiba di air terjun, mereka pun bermain – main disana. Ketika Viona dan Yumma sedang berendam di air terjun, Amy tidak bersama mereka.

Amy berjalan – jalan disekitar air terjun dan tiba – tiba Amy menemukan sebuah sesajen didekat batu besar. Ia salah fokus dengan salah satu benda yang ada didalam sesajen itu.

Benda itu adalah kalung emas yang cantik dan nampak kuno. Ia sangat menyukai kalung itu karena nampak indah. Amy langsung mengantongi dan membawa kalung itu pulang.

Amy adalah teman Viona dengan keturunan Jerman, ia tak tahu bahwa sesajen adalah budaya daerah dan tidak boleh mengambilnya. Amy juga tidak memberi tahu teman temanya kalau ia menemukan sebuah kalung cantik di air terjun itu.

 

 

You May Also Like

About the Author: administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published.